Facade Conference 2026: Mempertemukan Inovasi, Teknologi, dan Kolaborasi untuk Masa Depan Fasad Indonesia
Facade Conference 2026: Mempertemukan Inovasi, Teknologi, dan Kolaborasi untuk Masa Depan Fasad Indonesia
Facade Conference 2026: Mempertemukan Inovasi, Teknologi, dan Kolaborasi untuk Masa Depan Fasad Indonesia

Surabaya, 28 Agustus 2026 — Perkembangan teknologi fasad, inovasi material, serta tuntutan terhadap bangunan yang semakin efisien dan berkelanjutan terus mendorong perubahan dalam industri arsitektur dan konstruksi. Menjawab perkembangan tersebut, Perkumpulan Ahli Fasad Indonesia (PERAFI), Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur (IAI), dan Asosiasi Kaca Lembaran Pengaman Indonesia (AKLP) bersama menyelenggarakan Facade Conference 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian Facade Parade, pada Jumat, 28 Agustus 2026 di Legacy Ballroom, Odyssey Hall, Surabaya.

Menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam industri fasad, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan desain, material, teknologi, dan performa bangunan. Pertemuan berbagai latar belakang profesional tersebut juga membuka peluang untuk membangun koneksi dan memperkuat sinergi dalam menghadapi kebutuhan industri fasad yang terus berkembang.

Mempertemukan Berbagai Perspektif dalam Industri Fasad

Facade Conference 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dengan latar belakang yang beragam. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan dua sesi utama yang membahas berbagai aspek desain, material, teknologi, dan penerapan fasad.

Pada Session 1, hadir sejumlah pembicara dari bidang arsitektur dan industri, yaitu Ar. Ir. Jimmy Priatman, M.Arch, IAI (Archimetric - Managing Director); Ar. Prasetyoadi, IAI, AA, IAP,GP (PDW - Managing Director); Dave Lee (Eastman- Regional Sales Manager); serta Windy Astari (PT Asahimas Flat Glass Tbk- Section Chief), Sesi tersebut dimoderatori oleh Ar. Aloysius Erwin, IAI dari Ikatan Arsitek Indonesia. Keberagaman latar belakang para pembicara memberikan perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana desain, material, teknologi, serta kebutuhan performa bangunan dapat saling terintegrasi dalam perancangan fasad.

Pembahasan berlanjut pada Session 2 dengan menghadirkan pembicara dari berbagai bidang, antara lain Hendry Limanto Halim (Alucobond - Account Manager Indonesia and Brunei); Ar. Muhammad Chotob W.,ST.,IAI (Selasar Kiwari Studio); Timothy Soebroto (Meinhardt Façade Technology - Regional Director); Dr. Feny Elisiana, S.T., M.T. (Universitas Kristen Petra- Kaprodi Arsitektur); serta Sergius Sudi (Inkasa Jaya Aluminium- Sales & Marketing Manager) dan dimoderatori oleh Ar. Stephen Yono Loanoto, IAI (Yona Design Studio). Beragam sudut pandang yang hadir memberikan gambaran yang lebih luas mengenai perkembangan material dan teknologi fasad, sekaligus bagaimana berbagai solusi tersebut dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan bangunan masa kini.

Dari Diskusi Menuju Kolaborasi Lebih dari sekadar forum presentasi, Facade Conference 2026 mempertemukan para profesional yang memiliki peran berbeda dalam proses perancangan dan pembangunan. Arsitek, konsultan, produsen material, akademisi, serta pelaku industri dapat saling bertukar pengalaman dan melihat perkembangan fasad dari perspektif yang berbeda.

Diskusi yang berlangsung juga menunjukkan bahwa fasad memiliki cakupan yang semakin luas. Selain aspek estetika, perancangan fasad perlu mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan, performa bangunan, efisiensi energi, hingga keberlanjutan.

Dengan adanya ruang dialog lintas bidang seperti ini, perkembangan teknologi dan material dapat dibahas tidak hanya dari sisi inovasi, tetapi juga dari sisi kebutuhan dan penerapannya dalam proyek bangunan di Indonesia.

Networking dan Sinergi di Industri Fasad

Selain sesi presentasi dan diskusi, Facade Conference juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring melalui sesi networking. Interaksi antar peserta menjadi bagian penting dari acara, dengan kesempatan untuk bertukar pengalaman, membahas perkembangan proyek, serta membuka peluang kerja sama di masa mendatang.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi closing dan dilanjutkan dengan networking dinner, yang menjadi penutup sekaligus ruang informal bagi para peserta untuk melanjutkan percakapan dan memperluas koneksi.

AKLP dan Kolaborasi untuk Perkembangan Industri Fasad Keikutsertaan AKLP dalam Facade Conference 2026 menjadi bagian dari keterlibatan asosiasi dalam berbagai forum yang mempertemukan pelaku industri dan pemangku kepentingan di bidang arsitektur dan konstruksi.

Melalui forum seperti ini, AKLP turut membuka ruang komunikasi dan pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan material serta kebutuhan bangunan modern, termasuk penggunaan kaca yang aman dan sesuai dengan tuntutan desain maupun performa bangunan.

Ke depan, kolaborasi lintas bidang akan semakin penting untuk menjawab perkembangan industri fasad yang semakin kompleks. Pertemuan antara arsitek, konsultan, akademisi, produsen, dan pelaku industri diharapkan dapat terus mendorong lahirnya wawasan, inovasi, serta solusi yang mendukung perkembangan industri fasad dan konstruksi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *