Siaran ini dapat disaksikan melalui:
1. Live streaming di https://www.cnbcindonesia.com/tv
2. Siaran TV Digital (Khusus Jabodetabek, FTA channel 41)
3. Dan di siaran TV kabel Transvision
Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), Putra Narjadin, menyatakan kekhawatirannya terkait kebijakan harga gas murah untuk industri yang sedang dalam proses pengkajian ulang oleh pemerintah. Dalam program Manufacture Check yang ditayangkan pada Senin, 20 Januari 2025 pukul 18.15 WIB di CNBC Indonesia TV, Putra menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan ini untuk mendukung daya saing industri kaca nasional.
Menurutnya, jika kebijakan ini tidak diperpanjang, hal itu dapat memicu dampak serius bagi sektor industri, termasuk potensi terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal. "Harga gas murah sangat esensial untuk menjaga efisiensi produksi dan daya saing di pasar global. Tanpa ini, banyak perusahaan yang mungkin tidak mampu bertahan," ujar Putra Narjadin.
Ia juga menambahkan bahwa industri kaca merupakan salah satu sektor yang sangat bergantung pada harga energi, khususnya gas. Dengan harga gas yang stabil dan terjangkau, industri dapat terus berkontribusi pada perekonomian nasional melalui ekspor dan penyediaan lapangan kerja.
Kebijakan harga gas murah sebelumnya telah membantu menekan biaya operasional sejumlah industri strategis. Namun, dengan pengkajian ulang yang dilakukan pemerintah, masa depan kebijakan ini menjadi tanda tanya besar bagi para pelaku usaha.
Program Manufacture Check CNBC Indonesia akan mengupas lebih dalam dampak ekonomi dari kebijakan ini, menghadirkan berbagai pandangan dari para ahli dan pengusaha di bidang industri. Jangan lewatkan diskusinya hanya di CNBC Indonesia TV.
kampung bet kampungbet kampungbet
